Sedikit Cinta

“Apa kau sungguh ingin jadi suamiku?”

Dia mengangguk dan memegang tanganku erat-erat, “Tentu saja!”

Duniaku berubah saat itu juga. Terlebih saat dia meminangku di rumah.

“Aku sungguh menyayangimu!” kupeluk dia.  Kusesap aroma tubuhnya. Aroma kesungguhan.

Continue reading

Advertisements

Buru Elang

Angin mengembus dan membirukan kulitku. Tetes-tetes air sisa hujan masih berusaha merendam wajah. Susana sekitar hening. Gelap benar-benar memakanku utuh di semak ilalang. Mengisolasiku secara sempurna.

Tanganku biru bekas tali yang mengikat erat. Celana dalam busuk bau sperma masih menyumpal mulutku. Pinggir bibirku perih, robek. Punggungku terasa panas seperti terkelupas. Bahkan, perutku masih menyisakan bekas cakaran.

Aku benar-benar takut.

Hewan liar apa yang menyetubuhiku?

Celana dalamku lepas selutut. Terasa terbakar di ujung sana, dan berlendir. Continue reading