Jarak Terakhir

Aku masih terluka dengan ucapannya. Sepuluh tahun mencinta berakhir miris. Ia dengan mudah mengakhiri mimpi-mimpi kami.

Pembual ulung!

“Apa karena kita tak sepaham lagi?”

Dia menggeleng tipis.

“Lantas, apa karena aku tak semolek di foto?”

“Aku menyayangimu seumur  hidupku.”

Aku mendengus lemah, “Kenapa kau ingin berpisah?”

“Aku tak ingin, tapi jarak.”

“Kita bertahan sepuluh tahun berseberang samudra. Sekarang kita cuma berjarak beberapa inchi. Kau minta pisah?”

Pelupukku merembeskan air. Aku tidak menyukai keputusan sepihak. Apa gunanya bertahun-tahun bertukar surat dan cinta,  jika disaat bertemu dia minta berpisah?

“Aku tahu, bahkan jarak kita hanya setipis kain.”

“Lalu?”

“Dunia kita berbeda, Sayang!”

***

Terinspirasi dari lagu Utada Hikaru – Final Distance

Advertisements

7 thoughts on “Jarak Terakhir

  1. Pingback: Jarak Terakhir « Adi Nugroho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s